Selasa, 03 Juli 2012

Aku Ingin Jadi Penulis...


Mungkin terdengar gila kalau aku benar-benar ingin menjadi penulis, aku tidak terlalu mempunyai imajinasi yang tinggi dan gilanya lagi aku lebih berminat untuk menjadi penulis sebuah novel fantasi bukannya novel yang berbau teenleet. Entah mengapa, tapi semenjak aku baca-baca buku fantasi aku langsungjatuh cinta, entah karena ceritanya atau karena sifat-sifat dari tokoh-tokoh yang ada di buku itu. Novel fantasi pertamaku adalah novel yang aku pinjam dari temanku, ayu dinda. Aku lupa apa judulnya, tapi seingatku novel itu bercerita tentang vampire. Aku sangat tertarik dengan jalan ceritanya sampai-sampai aku merangkum isinya untuk tugas bahasa Indonesia pada kelas 8 lalu.
Buku itu bercerita tentang Darren Shan seorang manusia setengah vampire, lalu ia bergabung disebuah pertunjukan sirkus yang bernama
“Cirque Du Freak”. Pada suatu hari Darren diajak oleh Mr. Crepsley (seorang vampir) untuk pergi ke sebuah kota besar. Darren tidak sendirian, ia mengajak Evra (Siluman Ular) untuk pergi bersama Mr. Crepsley dan dirinya, dan petualanganpun dimulai. Berkat buku ini aku dapat nilai B+.
Aku tertarik untuk membaca novel, walaupun awalnya aku tidak terlalu suka membaca tapi, berkat novel aku jadi suka membaca. Bacaan keduaku adalah teenleet, ceritanya lumayan tapi aku tidak terlalu suka karena penggunaan kata ‘gue’ dan seluruh ‘bahasa gaul’ lainnya.
Sampai pada suatu hari aku tertarik untuk membaca novel yang berjudul ‘Narnia’ karangan C.S Lewis. Aku langsung jatuh cinta dan ketagihan. Awalnya aku membaca buku pertama yang katanya bakal difilmkan tahun 2014, yaitu ‘Magician Nephew’ yang bercerita tentang pertama kalinya Narnia dibuat. Setelah selesai membaca buku pertama aku membaca lanjutannya yang berjudul ‘Lion, Witch and Wardrobe’ Yang bercerita tentang 4 bersaudara yang masuk ke dalam lemari ajaib dan tiba-tiba saja masuk ke Narnia, mereka harus melawan Jadis, penyihir putih yang jahat. Buku selanjutnya berjudul ‘Prince Caspian’, buku ini sudah di film-kan, aku lebih suka menonton film ini dibanding film Narnia yang lain, karena selain jalan ceritanya yang seru, juga karena Edmund-nya yang tingkat kegantengannya bertambah.  Buku yang ke-4 judulnya ‘The voyage Of The Dawn Treader’ aku belum sempat membaca buku ini karena aku sudah nonton film-nya berkali-kali. ‘Horse and his boy’ adalah buku selanjutnya yang bercerita tentang Aravis dan entah siapa nama laki-lakinya aku lupa. Buku selanjutnya berjudul ‘Kursi Perak’, aku lupa jalan ceritanya, buku ini adalah buku Narnia yang terlama untuk aku baca. Buku terakhir adalah ‘Last Battle’ aku belum baca buku itu karena ternyata katanya bukunya hilang (aku meminjamnya dari teman). Ini bercerita tentang akhir Narnia yang dimana ketujuh sahabat Narnia mati dan Susan sudah tidak percaya lagi tentang Narnia. Akhirnya mereka semua dibawa ke Negeri Aslan yang bayanganku adalah surga.
Ada beberapa yang ingin aku bicarakan tentang novel ini, jadi di novel ini sudut pandangnya adalah sudut padang orang ketiga, seperti ada seseorang yang menceritakan cerita ke kita. Kadang ada beberapa paragraf yang sebenarnya tidak diperlukan, aku tidak suka pada bagian dimana sang pencerita menceritakan tentang sesuatu yang menggambarkan suasana, aku tau ini perlu tapi kadang ia membuat kalimat itu seakan kalimat yang sulit dimengerti sehingga kamu harus membacanya berkali-kali. Buku ini terdiri dari 17-18 bab seingatku dan halamannya hanya 300-400 kurang halaman.
Pada sampai suatu hari aku mendengar temanku membeli novel ‘The Hunger Games’ aku sangat penasaran karena dulu waktu jaman-jamannya film ini pertama kali tayang, film ini langsung jadi trending topic worldwide. Aku meminjam bukunya dari teman. Buku pertama berjudul ‘The Hunger Games’ yang bercerita tentang betapa serunya acara Hunger Games ke -74 yang agak berbeda karena ada peraturan yang diubah, yaitu : apabila ada sepasang peserta yang selamat dari Hunger Games ini dan dari distrik yang sama, maka, pemenangnya ada dua, tidak seperti sebelumnya yang harus menyisakan satu pemenang. Ceritanya tentang seorang remaja bernama Katniss yang berasal dari Distrik 12  yang suka berburu bersama temannya Gale. Sampai pada suatu hari pemungutan untuk menjadi peserta Hunger Games datang.  Peserta Hunger Games terdiri satu perempuan dan satu laki-laki dari 12 distrik dan berumur 12-18 tahun. Awalnya yang menjadi peserta perempuan dari Distrik 12 adalah Primrose Everdeen adik dari Katniss Everdeen. Katniss tidak mau adiknya menjadi peserta Hunger Games karena ia tidak mau adiknya terbunuh di permainan itu, karena tujuan Hunger Games adalah : membunuh atau terbunuh. Katniss menggantikan adiknya, ia menjadi suka relawan untuk menggantikan adiknya itu. Peserta laki-lakinya bernama Peeta Mellark. Sebelum mereka bertarung di arena Hunger Games mereka harus latihan untuk bertahan hidup, seperti berkamuflase, menggunakan senjata dan memilih mana makanan yang boleh dimakan atau tidak. Setelah 3 hari dilatih akhirnya 24 peserta bertarung di arena. Pertarungannya cukup seru. Jika ada bunyi dentuman meriam itu tandanya ada satu peserta yang tewas. Sampai akhirnya Katniss dan Peeta adalah pemenangnya.
Hal yang aku suka dari buku ini adalah bagaimana jalan ceritanya yang tidak membingungkan dan serunya pertarungan di arena, bagaimana cara Katniss bertahan hidup. Sudut pandangnya adalah sudut pandang orang pertama pelaku utama. Tapi hal yang aku tidak suka adalah bagaimana si penulis menceritakan panjang lebar tentang suatu gerakan. Sebenarnya masih ada beberapa buku lagi, tapi belum sempat membacanya.
Berkat Narnia dan Hunger Games lah aku ingin jadi penulis. C.S Lewis dan Suzanne Collins-lah yang menginspirasikan aku sehingga aku ingin jadi penulis, tapi yah apadaya imajinasiku tidaklah tinggi, penguasaan kosa kataku juga bisa dibilang sedikit, kadang kalau sudah sampai ditengah cerita aku malas untuk melanjutkannya, apalagi aku ingin jadi penulis sebuah buku fantasi jadi aku harus mempunyai nama suatu daerah yang harus aku karang sendiri, hal-hal yang mengandalkan imajinasi seperti : Burung Mockingjay yang ada di buku Hunger Games dan Binatang yang bisa bicara di Narnia. Ada banyak ide untuk membuat satu buku fantasi yang ujung-ujungnya entah dapat dilanjutkan atau tidak, tapi aku yakin suatu hari nanti aku akan menulis buku fantasi dan akan di-film-kan… Ya, suatu hari nanti….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar