Senin, 22 April 2013

Semesta, kau berulah lagi.


Semesta, kau berulah lagi.
Lagi. Lagi. Dan lagi. Ulahmu itu tidak lucu, bodoh. Aku sudah bilang, bukan?
Semesta, kamu tidak akan tahu bagaimana rasanya jadi aku. Kamu selalu berulah, membuatku sangat lelah.
Semesta, aku tidak perlu semua bocoran rahasia itu, karena aku tahu bagaimana akhir ceritanya.
Semesta, lagi-lagi kamu membiarkan aku jatuh. Ini sakit.
Semesta, lagi-lagi kau mengikatku, begitu kencang sehingga aku susah untuk menghirup udara yang suci ini.
Semesta, lagi-lagi kau mengikat kita. Kita terbelenggu.
Semesta, aku sudah lelah akan semuanya, tapi aku tidak akan mengangkat tangunku terlalu cepat.
Semesta, aku benar-benar kehilangan arah, akankah kau membantuku?
Semesta, aku tau kamu memiliki rencana sendiri, tapi dapatkah aku memberontak?
Semesta, kau buatku bingung. Aku berharap dapat merubah ceritanya.
Semesta, ini rumit. Tolong aku.
Semesta, kau berulah lagi.

Jumat, 12 April 2013

Yang lama yang dikenang.


Dammit, ga kerasa gue udah hampir 10 bulan berjuang mati-matian di sini, 10 bulan dan masih belum move on dari ‘Orang-orang Gila’ itu. Masih berpikir bahwa yang lama lebih menyenangkan, masih berpikir bahwa yang lama paling berkesan, masih berpikir bahwa yang lama adalah yang seharusnya tidak untuk dilupakan.
Jujur, gue ngga tahan di sini. Orang yang bilang kalau highschool itu seru, mereka salah banget, sebaliknya, yang gue rasain sekarang adalah : High school is cruel.
Ngga, ngga semuanya kejam kok, berkat temen-temen lama gue—Ya, lagi-lagi temen lama, Bung—10 bulan terakhir ngga begitu suram-suram amat. Ya, contoh : Ica, Aydin, Riris. Ya mungkin cuman mereka bertiga yang masih punya waktu luang buat gue tumpahin semua apa yang ada di kepala gue. Ohiya, satu lagi, ada Kamu, iya, Kamu. Satu-satunya orang yang baru gue kenal tapi ngga tau kenapa gue ngerasa enak sama lo.
Kejam. Kejam banget. Tugas, kegiatan sekolah, peraturan, relationship, friendship, and…. Backstabber. Semua yang sellalu ada dipikiran gue. Gue kira anak-anak yang udah SMA itu udah lebih dewasa. Berpikir rasoinal dan ngga sesensitif bocah SMP. Ternyata semua yang gue pikirin itu : Salah besar.
Bukannyaa gue ngejudge atau apa, tapi gue ngerasa ngga betah. Gue ngga bisa beradaptasi sama mereka. Gue kurang aktif, gue pasif. 10 bulan dan gue masih belum terlalu nyaman dengan mereka. Ngga kayak dulu, adaptasi itu gampang. Dan seperti apa yang udah gue takutin dari awal masuk : Gue takut gue ga punya temen. Udah itu aja.  Gue masih ngga kenal sama mereka, ngga tau cara berpikirnya mereka, apalagi kita beda. Iya, beda banget.
Masih berpikir kalau SMP itu lebih enak, SMP itu lebih berkesan karena aku kangen Spensa. Kangen semua tentang spensa. Kangen 9G. Kangen sama ributnya 9G dimana gue bisa ketawa lepas dan melakukan semua hal yang gila dengan Yang Lama. Ternyata benar, Yang lama yang dikenang.


Tertanda,

Aku yang ingin semua hal itu terulang kembali