Rabu, 26 Juni 2013

Kamu dan Selalu Untuk Kamu


Dan hari itupun datang juga. Dimana tidak ada semangat pagi seperti biasanya. Tak ada sinar mentari yang menyelinap masuk melalui celah jendela kamar, yang ada hanyalah udara dingin yang mencoba merasuki selimut dan membunuh orang yang ada di dalamnya.

Hari dimana dia pergi
Hari dimana air mata mengalir sejadinya
Hari dimana aku berpura-pura tegar untuk menjalani hari

Tidak akan ada yang peduli kalau aku akan aku sakit sebegininya, karena tidak ada satu orangpun yang merasakannya.
Tidak akan ada kamu lagi.
Tidak akan ada hari yang berwarna  lagi
Tidak akan ada… sudahlah, lupakan.

Kalian boleh mengatakan kalau aku ini berlebihan, tapi kenyataannya beginilah aku, aku benar-benar merasa ini sangat sulit. Sulit untuk merelakannya pergi.
Sulit, sulit untuk melupakan segalanya. Lagipula melupakannya bukanlah sebuah pilihan-berhenti menyayanginyalah jalan keluarnya.

Mungkin kamu akan bersikap masa bodoh, karena kamu tidak tahu rasanya.

Andaikan kamu jadi aku.

Selasa, 18 Juni 2013

The Call - Regina Spektor



 The Call - Regina Spektor 

It started out as a feeling
Which then grew into a hope
Which then turned into a quiet thought
Which then turned into a quiet word

And then that word grew louder and louder
'Til it was a battle cry
I'll come back when you call me
No need to say goodbye

Just because everything's changing
Doesn't mean it's never been this way before

All you can do is try to know who your friends are
As you head off to the war
Pick a star on the dark horizon and follow the light
You'll come back when it's over
No need to say goodbye
You'll come back when it's over
No need to say goodbye

Now we're back to the beginning
It's just a feeling and no one knows yet
But just because they can't feel it too
Doesn't mean that you have to forget
Let your memories grow stronger and stronger
'Til they're before your eyes
You'll come back when they call you
No need to say goodbye
You'll come back when they call you
No need to say goodbye

Curahan Hati Nadia

Aku melangkahkan kakiku keluar rumah. Hari ini aku dan teman-temannku harus berkumpul di rumah Rani untuk mempersiapkan segala hal yang harus dibawa pada hari kamis, hari kedua OSPEK. Ya, OSPEK terkahir di masa putih abu-abu, kalau saja aku tidak mengikuti acara ini, aku akan menyesal, karena OSPEK kali ini adalah salah satu acara yang menguji kekompakan kelas dan kedisiplinan kami dalam dalam satu tahuin ini.

Aku dan Dinda sudah janjian untuk pergi ke rumah Rani bersama. Aku tunggu Dinda di tempat biasa dimana kita bertemu jika ingin pergi bersama, tak lama kemudian aku melihat seorang gadis yang memakai kerudung biru dan berbaju ungu, ya, itu Dinda.

"Hai, Din," Sapaku.
"Oh, hai, Nadia!" Dinda balik menyapa.

Kamipun langsung menaiki kendaraan umum yang dapat mengantar kami pergi ke rumah Rani. Dua puluh lima menit kemudian kami sampai di rumah Rani.

Sabtu, 15 Juni 2013



Don't Forget


"Did you forget that I was even alive?
Did you forget everything we ever had?
Did you forget about me?"

Apakah kamu sudah lupa bahwa aku masih hidup?
Kalau kamu memang sudah lupa, aku akan mengingatkanmu lagi.
Aku masih di sini., masih menghirup seluruh udara yang bebas dari Tuhan. Aku masih di sini, panca inderaku masih berfungsi begitupun organ tubuhku. Aku belum benar-benar mati-walaupun mungkin hati ini terlalu sekarat untuk dikatakan hidup

Apakah kamu lupa akan kita? Kita yang dulu selalu bersama, yang selalu berbagi tawa dan canda. Tentang kita saat waktu berjalan begitu cepatnya. Apakah kamu lupa tentang semua yang pernah kita miliki? Apakah kamu lupa?

Apakah kamu lupa akan diriku? Yang pernah mengisi harimu, yang pernah menjatuhkan air mata di pipinya, yang mungkin pernah

Invisible


Aku telah memberikan segala rasa itu untukmu, tapi kamu tidak menyadarinya. 
Aku telah mencoba untuk membantumu, tapi kamu tidak menyadarinya. 
Aku telah mencoba untuk membuat harimu sempurna, tapi kamu tidak menyadarinya. 

Aku tahu, aku memang tidak terlihat. 
Aku adalah hantumu, yang selalu berada di dekatmu-dan jikalau kamu menoleh, aku tetap tidak terlihat. 

Mengapa kau sebegitu butanya? Untuk apa kedua mata cokelat itu jika melihatku saja kamu tidak mampu? 
Untuk apa kamu punya hati jika merasakan keberadaanku saja kau tidak mampu? 
Mengapa kamu sebegitu tulinya? Untuk apa kedua telinga itu jika mendegar kode alamku saja kamu tidak mampu?

Bukan, bukan maksudku untuk untuk mengatakanmu orang yang buta atau tidak punya hati. 

Aku tahu kamu mampu melihatku. 
Aku tahu kamu mampu merasakan kehadiranku, tapi kamu hanya tidak mampu untuk mempedulikanku, iya 'kan? 

Dan pada akhirnya aku akan selalu menjadi hantumu yang masih peduli semuanya tentangmu. Ya, aku memang tidak terlihat. I'm invisible.

Jumat, 14 Juni 2013

(Masih) Untuk Kamu

Ketika kamu meremehkan aku disaat aku membuka topengku, kini aku tahu; kamu tidak melihat diriku apa adanya. 

Ketika kamu melihatku dengan tatapan hina. Aku di sini membanggakanmu. Mengagungkanmu. Tanpa pernah berpikir untuk menjatuhkan dirimu. 

Ketika kamu berusaha menghapusku, aku di sini menuliskan semua kisah yang pernah kita lalui bersama dan aku benar-benar terpuruk untuk menuliskannya kembali. 

Tapi aku nikmati rasa sakit ini. Aku suka dengan rasa sakitnya. 

Ketika kamu berusaha menjauh di saat aku sedang menikmati arus hidupku yang menurutku benar, itu sangat menyakitkan. 

Apakah kamu pernah berpikir kamu salah? 
Apakah kamu pernah memiliki rasa bersalah? 
Apakah kamu pernah benar-benar melihatku dengan mata cokelatmu itu? 

Tapi sekarang kamu berubah. Tidak seperti kemarin atau kemarinnya lagi. Aku benar

Rabu, 12 Juni 2013

The fire I began is burning me alive but I know better than to leave and let it die
"The fire I began is burning me alive
but I know better than to leave and let it die"


THIS IS FAMOUSX9!!!

Sebelum itu marilah kita berkenalan dengan makhluk-makhluk penghuni X.9 terlebih dahulu :



Mari kita mengenal lebih dalam lagi tentang makhluk-makhluk X.9 dengan mengisi TTS ini :

Clue :

Salah siapa?

Nadia : "Aku? aku yang salah? Terus saja aku. Tentu saja dia yang salah, ya, walaupun aku selalu salah di matanya, tapi untuk masalah ini dia yang bersalah"

Rue : "Lucu, Nad, kamu malah menyalahkannya. Ini bukan masalah siapa yang salah atau salah siapa tapi ini masalah perasaanmu sekarang kepada Ken."

Nadia : "Aku tidak mau tahu, intinya dia yang salah. Kenapa dia membiarkan aku jatuh sebegitu dalamnya dan meninggalkan aku? Ken jahat."

Rue : "Lagi-lagi Ken. Bukannya aku menyalahkanmu, tapi sadarlah, Nad, yang membiarkanmu jatuh itu siapa? dirimu sendiri kan?"

Nadia : "Hah? aku membiarkan diriku jatuh? untuk apa? kau tahu kan jatuh itu sakit? nah untuk apa aku menyakiti diriku sendiri?"

Rue : "Nad, percaya deh. Kamu yang membiarkan dirimu jatuh ke lubang itu. Perasaanmu kepada Ken yang telah membuat kamu terpuruk. Kamu telah memberikan seluruh rasa itu ke Ken. Bangun, Nad, sampai kapan kamu tenggelam di dalam lubang itu?"

Nadia : "Aku salah? aku salah memberikan seluruh rasa itu kepada oranng yang benar-benar aku sayang?"

Rue : "Bukannya kamu telah mengetahui akhir ceritanya, Nad? Kalian ditakdirkan tidak untuk bersama. Kenapa kamu memberikan semua rasa itu?"

Nadia : "Aku kira semuanya akan baik-baik saja, Rue. Tapi entahlah."

Rue : " Lalu kamu akan terus seperti ini selamanya? Memendam perasaan yang hanya bisa kamu rasakan sendiri tanpa orang itu peduli?"

Nadia : "Entahlah, Rue. Kamu tahu 'kan ini sulit?  Akupun bingung."

Rue : "Hilangkan semua rasa itu, Nad, tapi jangan coba-coba untuk melupakannya. Setidaknya Ken pernah mewarnai hidupmu, bukan?"

Nadia : "Kau benar, Rue. Aku salah lagi. Kenapa aku biarkan diriku terlarut-larut? Aku benar-benar harus melepaskan perasaan itu tapi tidak melupakan Ken."

Rue : "Nah gitu dong. Anggap saja kamu dengan Ken adalah dua manusia biasa dengan kenangan di dalamnya. Aku tahu ini akan memakan waktu yang cukup lama, tapi kalau kamu terus seperti ini, kamu akan terus-menerus terpuruk. Bangunlah, Nad."

Untuk Kamu.

Aku masih di sini saat orang lain meninggalkanmu.
Aku masih di sini mengagung-agungkanmu di saat orang lain memandangmu sebelah mata.
Aku masih di sini mengaisi seluruh kebaikanmu di saat orang lain membicarakan kejelekanmu.
Aku masih di sini akan menolongmu ketika kau akan terjatuh.
Aku masih di sini akan memapahmu apabila kamu sudah terlanjur terjatuh.
Aku masih di sini terpuruk dengan kenangan yanbg kau tinggalkan.
Aku masih di sini tenggelam oleh lautan luka.
Aku masih di sini, di tempat pertama kali kita bertemu.
Aku masih di sini dengan segenggam harapan di tangannya.
Aku masih di sini dengan semua rasa lelahku kepadamu.
Aku masih di sini jika kamu membutuhkan aku, kamu tidak perlu mencariku sampai ke ujung dunia--lagipula itu tidak akan terjadi, 'kan?

Aku masih di sini, sadarlah.
Aku mungkin tak terlihat, tapi kumohon sadarlah, aku selalu ada di sini siap untuk membantumu.
Aku masih di sini. Di dasar samudra dan tidak mempunyai cukup nyali untuk muncul kepermukaan. Aku akan terus tinggal di sini, menenggelamkan diriku dan mati melebam secara perlahan.

Aku masih di sini, kumohon sadarilah.