Rabu, 26 Juni 2013

Kamu dan Selalu Untuk Kamu


Dan hari itupun datang juga. Dimana tidak ada semangat pagi seperti biasanya. Tak ada sinar mentari yang menyelinap masuk melalui celah jendela kamar, yang ada hanyalah udara dingin yang mencoba merasuki selimut dan membunuh orang yang ada di dalamnya.

Hari dimana dia pergi
Hari dimana air mata mengalir sejadinya
Hari dimana aku berpura-pura tegar untuk menjalani hari

Tidak akan ada yang peduli kalau aku akan aku sakit sebegininya, karena tidak ada satu orangpun yang merasakannya.
Tidak akan ada kamu lagi.
Tidak akan ada hari yang berwarna  lagi
Tidak akan ada… sudahlah, lupakan.

Kalian boleh mengatakan kalau aku ini berlebihan, tapi kenyataannya beginilah aku, aku benar-benar merasa ini sangat sulit. Sulit untuk merelakannya pergi.
Sulit, sulit untuk melupakan segalanya. Lagipula melupakannya bukanlah sebuah pilihan-berhenti menyayanginyalah jalan keluarnya.

Mungkin kamu akan bersikap masa bodoh, karena kamu tidak tahu rasanya.

Andaikan kamu jadi aku.

Aku ingin kamu tahu bahwa melepaskanmu adalah hal yang berat, apalagi dengan keadaanku sekarang-yang masih benar-benar menyayangimu.
Aku tidak berharap banyak, aku hanya benci dengan keadaanku yang seperti ini.

Rindu tak bertuan.

Aku benci disaat aku harus merindukanmu sebegininya.
Aku benci disaat aku membuka kembali masa lalu saat aku dulu milikmu.
Aku benci disaat aku tahu bahwa kamu telah pergi.
Aku benci untuk menyadari semua yang sudah terjadi.
Tapi ingat, aku tidak akan pernah membencimu.

Ya, semua orang benar. Kamu telah pergi, tapi jangan pernah berpikir semua darimu benar-benar pergi.

Ragamu memang pergi, tapi semua kenangan itu abadi.

Karena kamu tidak akan pernah sadar, disetiap doaku selalu ada namamu terselip di dalamnya. Entah apakah Tuhan akan mengabulkannya. Aku, orang tuaku, keluargaku dan terakhir kamu.

Percuma. Percuma aku tulis semua ini. Lagi pula kamu tidak peduli kan? Dan kamu memang tidak mau peduli kan? Dan pada akhirnya sebentar lagi aku akan dilupakan, iya kan?

Terakhir kalinya, aku hanya dapat mendoakanmu semoga di tempat yang baru kamu bisa mendapati dan menjalani hidup yang baru, lingkungan yang baru, dan kamu yang baru. Jangan pernah mau dikuasai ego yang besar seperti saat kamu masih di sini. Tahan emosimu. kontrol segala pikiran negatifmu itu. Semoga kamu lebih baik di sana. Semoga kamu mendapatkan semua yang telah kamu impikan. Semoga hidupmu lebih baik dan tenang. Semoga kamu bahagia. Semoga kamu sukses.

Aku tak membutuhkanmu lagi. Aku sudah bangun dari mimpi indahku itu. Baiklah, aku tidak sanggup lagi.

Terima kasih atas segalanya. Terima kasih atas pelajarannya. Terima kasih atas satu tahunnya. Terima kasih atas tiga bulan itu. Terima kasih untuk segala perhatianmu dulu. Terima kasih banyak.

Keep in touch, Pin.

Sampai bertemu lagi disuatu hari nanti atau di kehidupan lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar