Jumat, 05 Juli 2013

Teman SMP dan Kealayannya

Kalau inget-inget jaman dulu tuh asa.... mau n gakak. Ya giala aja, dulu yang namanya jari satu ditempelin di depan mulut yang diimut-imutin itu gaul abis etapi sekarang malah... alay abis.

FYI, alay itu menyenangkan. Alay itu kreatif. Alay itu ajang mengasah otak. Gimana ngga, otak kalian bakal ke asah kalau kalian harus baca tulisan k4Y4k 91n1.

Dan... orang-orang pastilah punya masa alaynya tersendiri, termasuk gue, Kalau orang ga pernah alay, hidupnya ga akan bahagia. Ga akan ada hal yang bisa diketawain pas dikemudian hari dan gue (mungkin) masih jadi orang alay sampai sekarang.

Jadi... inilah gue saat segala yg gue lakukan dulu itu dianggap.... gaul.

Baca doa dulu guys....

Ini dia model kita yaitu Ayu dan Limbad. dulu mereka adalah dua sejoli yang sangat compong. Mereka selalu berdua dan mereka selalu... compong.

Rombak Kamar

Akhirnya setelah sekian lama gue ngemis-ngemis ke mama soal kamar baru, akhirnya gue dapet juga. Terharu...

Yang namanya beres-beres itu pasti lucu. Beres-beres kamar contohnya. Dengan beres-beres kamar, barang-barang yang dulu-dulu bisa ketemu lagi dan itu bikin.... senyum-senyum sendiri hahaha.

Papan nama yang dipake buat segala event. namanya banyak emang. Dari
Nida, Vilanti, sampai Dav.

Ohiya, Dav. kenapa gue pake nama Dav?

Tentang "Kita' dan Kenangan di Dalamnya


Juni 2013

Cahaya lampu yang begitu terang membangunkanku dari dunia mimpi yang aku lewati sepanjang malam.  Aku membiarkan tubuhku melekat pada benda yang memiliki sihir yang begitu kuat sehingga aku enggan beranjak dari benda ini. Membiarkan seluruh anggota tubuhku tersadar dari mati suri yang begitu cepatnya.
Liburan yang sangatlah panjang memberiku kesempatan untuk membalas dendamku akan bangun pagi yang sudah menjadi rutinitasku. Hampir setiap pagi aku bangun diatas pukul delapan pagi. Siapa yang peduli jika aku bangun agak siang karena hari ini adalah hari libur dan aku memiliki hak untuk menikmatinya.
Libur tanpa liburan, ya mungkin itulah yang bisa aku gambarkan untuk satu minggu ini dan dua minggu ke depan. Tidak ada yang bisa aku lakukan selain bermalas-malasan di dalam istanaku yang seperti kapal Black Pearl yang dihancurkan oleh kraken. Tidak ada kata liburan pada libur kali ini.
Seharian penuh aku habiskan seluruh liburanku di dalam kamar ini. Berkencan dengan laptop dan ponselku pada siang hari dan telingaku dimanjakan oleh lagu-lagu yang ada di dalam ponselku pada malam hari. Tunggu dulu, jangan lupakan novel! Aku tidak bisa hidup tanpa buku yang kadang berisi cerita fiktif yang aku harap bisa terjadi di dunia nyata. Terkadang aku berpikir bahwa novel hanyalah tulisan yang berisi bualan yang dibuat para novelis untuk memenuhi hasrat para pembacanya yang haus akan imajinasi dan mungkin aku adalah salah satu korbannya—yang masih membaca novel dan mengharapkan ceritanya menjadi kenyataan.
Berbicara tentang novel, akhir-akhir ini aku sadari kalau hampir seluruh bacaanku sudah habis sedangkan  libur masih dua minggu lagi. Kebetulan momku hendak pergi ke toko buku untuk membeli buku resep, jadi aku memohon untuk dibelikan novel oleh mom.