Kamis, 15 Agustus 2013

Seandainya

Aku lelah menghapus seluruh air mata
Aku lelah menghitung ucapan rindu yang tidak tertuju
Aku lelah terjaga
Aku lelah menantimu

Menantimu? Sia-sia. Kamu sudah pergi
Kembali? Tidak lagi
Ingat aku? Mungkin tidak
Tentang kita? Kenangan menghentak

Rindu yang semakin hari mengembang, semakin percuma
Kamu yang selalu ku kenang, semakin aku nikmati karma




Seandainya masih ada sedikit 'aku' di otakmu.
Seandainya.

Dear, you.


"When you miss someone but there's nothing you can do."













I miss you, Opa.


You  : "Just give me a reason. Why don't you want to break our relationship up?"
Me   : "I have no reason."
You  : "Why?"
Me   : "Because I love you with no reason and that's why i don't wanna break up, with no reason."

Selasa, 13 Agustus 2013

Flashback

20 November 2012

Me : "Mata wis kiyep-kiyep, badan kayak abis diinjek-injek. Bentar lagi juga tewas."
You : "Gws jav."
Me : "Thannksss."
You : "Cepet mati ya."
Me : "mong."
You : "Kenapa?"
Me : "Mau bikin novel dulu."
You : "Ntar keuntungannya dibagi ya."

You : "Night, N."

***
25 November 2012

Me : Kesel
You : Kenapa?
Me : Dipanggil dav-__-
You : Dav dav
Me : Stop
You : Jav jav
Me: Sori udah tewas
You : Udah tewas tapi bisa ngetweet.

***

27 November 2012

Me : Last dm ya. ngantuk bgt.
You : Iyaa

***
28 November 2012

You : Jadi diem-dieman sih, why?

***

2 Desember 2012

Me : Tinggi. Tinggi. Tinggi
You : Kebab. Kebab. Kebab.
Me : Kalem. Kalem. Kalem.
You : Lapar. Lapar. Lapar.
Me : Terus. Terus. Terus?
You : Kita. Laper. Beli. Kebab.

***

3 Desember 2012

Me : Eling, besok ulangan ekonomi. Pr math, pr pkn.
You  Keep Calm and Kebab.
Me : Maaf anda siapa?
You : Wis gah licik

***

5 Desember 2012

Me : Pin, sms kita  masuk nggak?  btw sorry  tadi  ngumpetin  tempat kunci  motor ira hehehehehe
You : Ketawa jeh

***

6 Desember 2012

Me : Pending atau ngga bales?
You : Pending =D

You : Thanks @nahnida.

***

7 Desember 2012

Me : Btw thanku udah nyemangatin @you =))
You : Ya tapi kita berharap ada solidaritas

***

13 Desember 2012

Me : *RTed @Ithinkthatway : Text her first.* *batuk*
Disty : *RTed my tweet* Cc : @you
You : Laka pulsa wey

***

15 Desember 2012

You : One week ago haha.
One week ago... you knew that i like you, pin ;p

***

19 Desember 2012

Me : Album ke3 katy perry, album ke4 lady gaga. apalagi?
You : Album kedua Upin Ipin
Me : Bukan temen gue
You : Gitu ya.

***

20 Desember 2012

You : Libur telah tiba
Me : Aku ngga ada libur :")
You : Kasian cucu opa

***

28 Desember 2012

*we were playing ToD. I dare you to mention you crush and you answered me. The  answer was : @nahnida*

Me : Ga punya pulsa. re-check ur dm about 3 weeks ago. nah, that's an answer
You : ga asik lah -__-

***

Sabtu, 10 Agustus 2013

Maret 2013

10 Maret 2013
Restoran cepat saji yang terletak di Jalan. Kartini.

Masih saling sibuk dengan gadgetnya.
Suara bising terdengar dari tempat bermain anak. Anak yang sedari tadi berbuat ulah, kini makin menjadi. Suaranya tidak  dapat dibendung lagi.

Girl  : "Anak laki-laki itu.... tidak bisa diam."
Boy : "Sama sepertiku."
Girl : "Maksudmu?"
Boy : "Aku juga dulu seperti itu. Tidak bisa diam."
Girl : "Benarkah?"
Boy : "Ya."
Girl : "Sepertinya kelakuanmu saat masih kecil, terbawa sampai kamu remaja, ya."
Boy : "Maksudmu?"
Girl : "Kamu tidak bisa diam. Jahil."
Boy : "Haha."
Girl : "Lalu apa yang telah membuat 'kamu kecil' berubah?"
Boy : "Aku dimaksukan ke sekolah menggambar dan akhirnya aku menjadi seperti sekarang ini. Haha."
Girl : "Baguslah haha."

Percakapan itu. Entah mengapa selalu berkeliaran di dalam pikiranku. Kamu memang memorable. 

Gue Alay? Emang!!!

Oke.. oke... malam apa ini? malam minggu? bukan bukan, ini sabtu malam. Ngga ada yang namanya malam minggu di dalam kamus gue. Camkan itu ya. Camkan!

Seperti biasa, gue mau nulis dikit. Gue kangen ngeblog. Sungguh. Gue kangen modem flash juga yang kalau setiap malam ming... -eh sabtu malam maksudnya- selalu nemenin gue dengan kecepatan internet yang bener-bener diluar batas. Gue ngga promosi kok, tapi kenyataannya gitu. Modem flash kini hilang entah kemana, doi pergi seenak jidad. Gue kesel. Untung aja hp gue masih bisa dikorbankan buat nemenin sabtu malam yang kelam ini. Dengan paket 600mb buat sebulan. Gue tau, gue ngga akan bisa survive dengan kuota internet segitu, apalagi sekarang musim libur, pasti mata gue tertuju pada layar laptop yang dimasukin modem. Iya, dimasukin. Udah ah, ini makin  ngawur.

Sebenernya gue di sini mau cerita. Mau berkeluh kesah. Ngga peduli orang mau nilainya apa, toh inikan blog gue. Gue bilang; This is My Second World. Soooo, berhubung ini dunia gue yang kedua, jadi gue bisa ngapain aja disini. Mau curhat kek, kayang kek, galau kek, ngalay kek, apa kek, serah gue. Lo kata gue autis? EMANG HAHAHAHAHA.

Sebelumnya, berhubung ini masih suasana lebaran, gue mau minta maaf dulu ke lo lo pada. Kali aja gue pernah nyakitin kalian lewat perkataan atau perbuatan, disengaja ataupun ngga. Ya pokoknya gue minta maaf aja deh, serah kalian mau maapin atau ngga, ye. Kalau ga mau maafin jugakan lo yang bakalan nanggung dosa gue. Dosa sendiri aja ngga bisa nanggung, gimana kalau ditambah dosa gue yang banyaknya ngga terhitung? Huh.

Met lebaran yak, man-teman. Ada salam dari Fani sama Khilda.
Tolong jangan fokuskan pandangan anda ke mata sebelah kanan. Terima Kasih.

Kamis, 01 Agustus 2013

Hi, backstabbers!

Selamat pagi. Selamat hari pertama di Agustus.

Aku dedikasikan seluruh kata-kata ini untuk kalian yang sudah terlalu peduli mengurusi hidupku.

                Sebenarnya aku menulis kata-kata ini bukannya tanpa alasan. Aku lelah dengan dunia. Sungguh. Seandainya aku dapat mengatur dunia, aku akan mengaturnya.
                Terbangun dengan mata kering yang disebabkan oleh air mata yang jatuh dengan derasnya  pada kemarin malam. Aku tidak menangis, aku hanya sakit hati. Wajar kan kalau aku mengeluarkan air mata karena sakit hati? Tentu saja. Mau marah? Ke siapa? Bukankah itu hal yang wajar yang dilakukan oleh setiap perempuan apabila ia merasa disakiti? Karena perempuan hanya bisa memendam, tidak dapat mengungkapkan. Toh jika mereka mengungkapkan, siapa yang akan peduli?
***
                Mereka bilang menjadi berbeda itu perlu. Mereka bilang perbedaan itu indah—asalkan kita masih berada di dalam aturan yang berlaku. Tapi, kenapa ketika aku mencoba untuk menjadi pribadi yang berbeda dari orang banyak, aku malah dicibir? Apakah itu yang dinamakan kebebasan akan perbedaan? Omong kosong.
               Mereka bilang jadi diri sendiri itu perlu. Mereka bilang jangan sampai kita menjadi orang lain. Tapi, kenapa ketika aku menjadi diriku sendiri, aku di olok-olok? Apakah aku salah untuk menjadi diriku sendiri?
             Ketika aku menjadi orang lain, aku dicemooh. Aku menjadi orang lain juga karena kalian. Kalian tidak dapat menerimaku apa adanya, makanya aku mencoba untuk menjadi orang lain--mungkin dengan menjadi orang lain, aku dapat diterima.