Selasa, 17 Desember 2013

Aku Versus Si Perempuan Beruntung


Mereka bilang, kamu adalah mesin pembuat tawa.
Aku tahu hal itu, itulah hal yang pasti kamu bawa.
Seluruh kelas tertawa kepas karenamu.
Seperti apa yang pernah kamu lakukan dulu.

Andai aku ada di posisi mereka.
Menikmati seluruh hal bodoh yang kau lontarkan.
Kemudian kita tertawa lepas.
Membiarkan tawa kita menguap bersama udara dan menghepas.

Mereka bilang, permainanmu di lapangan sangat ciamik.
Mungkin hal itu yang pernah membuatku berpikir bahwa kamu menarik.
Dengan sigap kamu menghalau serangan dari lawan.
Kemudian berdiri gagah di depan gawang dengan tatapan menantang.

Andai aku ada di posisi mereka.
Menikmati seluruh gerak-gerik tumbuhmu yang lincah dalam memeluk bola.
Kemudian bersorak keras dan mengagungkan namamu.
Seperti apa yang pernah aku lakukan dulu.

Perempuan beruntung itu bilang, kamu adalah yang terbaik.
Kamu adalah orang yang selalu membuatnya tertawa.
Kemudian dia berpikir bahwa kamu adalah Sang Pelukis Hari.
Ya, Perempuan Beruntung itu benar.
Andai aku ada di posisi perempuan yang beruntung itu.

Aku tidak akan menyia-nyiakanmu.
Memegangmu erat dan tak ingin aku lepaskan.
Tetapi mengapa kamu bertingkah seolah-olah seperti pasir?
Semakin aku erat menggenggammu, semakin kamu menghilang. Semakin kamu pergi. Semakin kamu habis.

Ada beberapa pertanyaan yang berlarian di benakku.

Apakah Perempuan Beruntung itu tahu bahwa merah adalah kebanggaanmu?

Apakah perempuan beruntung itu tahu bahwa permen karamel berlapis cokelat adalah pelengkap harimu?

Apakah perempuan beruntung itu membuatmu merasa ada di atas awan ketika kamu sedang berada di titik jenuh kehidupan?

Apakah perempuan beruntung itu melantunkan seluruh nada-nada Sang Maestromu?

Apakah perempuan beruntung itu telah menggantikan jemariku yang dulu pernah aku sematkan di antara sela-sela jemarimu?

Andai aku adalah Si Perempuan Beruntung itu.
Yang akan selalu sangat merasa beruntung untuk memilikimu.



Desember, 2013.
Masih mengubur rindu yang semakin hari, semakin mengembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar