Selasa, 17 Desember 2013

Nasib Si Gadis Suram


Coba kau lihat ke arah Gadis Suram itu.
Oh, kau tidak dapat melihatnya? Tentu saja.
Coba kamu perhatikan baik-baik.
Ada seorang Gadis Suram di bawah tumpukan kenangan usang itu.
Gadis itu terlalu bodoh dan membiarkan dirinya tertimbun oleh kenangan masa lalu.

Perhatikan baik-baik rupanya.
Matanya sembab, ada lingkaran hitam disekelilingnya. Sepertinya dia mengangis terlalu lama. Lihat matanya, sembab dan merah.
Kulitnya pucat. Sepertinya dia mati rasa.
Dia tampak berantakan. Apakah ada yang peduli? Tidak.

Perhatikan dia baik-baik.
Apakah kamu dapat menebak sifatnya? Terlihat jelas.

Gadis Suram itu terpuruk.
Keegoisan yang membuatnya seperti itu.
Dia terlalu egois untuk melihatmu menggenggam tangan yang beku milik orang lain.

Gadis Suram itu terpuruk.
Keserakahan yang membuatnya seperti itu.
Dia terlalu serakah ingin memiliki segalanya tentang kamu.

Gadis Suram itu terpuruk.
Kebodohan yang membuatnya seperti itu.
Dia terlalu bodoh untuk mengeluarkan bulir-bulir air mata yang Ia biarkan mengalir begitu derasnya.

Tubuhnya melebam.
Ia terpukul atas kepergian orang yang begitu sangat berarti di hidupnya.
Tubuhnya remuk.
Ia terhantam bola beton besar yang berisi kenangan.

Apakah kamu dapat melihat kedalamnya?
Jauh, jauh sekali di dalam jiwanya terdapat kepingan hati yang kini sudah remuk redam.

Hati Gadis Suram itu bak sebuah kaca.
Mudah pecah dan tidak akan dapat disatukan lagi walaupun dengan perekat yang paling kuat sedunia
.
Pernah satu kali Ia berpikir bahwa kepingan hatinya ada sebuah puzzel.
Ia mencoba merangkainya kembali.
Menyatukannya untuk menjadi kesatuan yang utuh.
Kemudian dia berlari dan berteriak,

'Dimana kepingan terakhirku?'

Hilang. Kepingan terakhirnya hilang.
Atau lebih tepatnya pergi.

Ia marah. Ia lempar puzzel itu.
Untuk kebeberapa kalinya, hatinya hancur lagi seketika.

Gadis Suram itu memang bodoh.

Apakah kamu meyadarinya?
Ada sebuah kolerasi antara Gadis Suram itu dengan Aku.

Atau lebih tepatnya, Aku adalah Si Gadis Suram itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar