Senin, 17 Maret 2014

Untuk Kamu, Perempuan Nomor Satu.

Ralat, ‘Nomor-Satu-Baginya.’ ‘-Nya’ disini merujuk siapa? Tentu saja dia—laki-laki yang telah pergi jauh dan meninggalkan banyak kenangan di dalam diriku begitu saja.

            I don’t know exactly who you are, but, congratulation!

            Aku tidak tahu siapa dirimu, aku bahkan tidak pernah melihat dirimu secara nyata. Tapi aku dapat menebak, kamulah perempuan itu. Perempuan penggantiku yang sangat beruntung karena dapat menghabiskan waktunya bersama Dia. Bagaimana rasanya menjadi milik Dia? Sangat menyenangkan, bukan?

            Jangan khawatir. Aku tidak akan mengganggumu. Aku tahu kamu? Dari mana? Temanku. Temanku yang membeberkan semuanya. Iya, temanku juga bahkan tidak tahu siapa dirimu, tetapi mereka tahu siapa perempuan beruntung yang dapat mencuri hati Si Dia.

            Hanya beberapa hal yang ingin aku sampaikan kepadamu. Beberapa hal, agar Kamu dan Dia dapat bahagia. Iya, aku akan bahagia jika aku melihat Dia bahagia. Walaupun hal yang membahagiakan Dia akan menggoreskan luka di dalam diriku.

            Satu hal yang umum : Tolong buat dia bahagia.


            Beberapa hal khusus : Tolong, tolong buat dia senang. Tolong buat dia merasa beruntung karena telah memilikimu dan tolong katakan bahwa kamu juga merasakan hal yang sama. Sangat beruntung karena kamu adalah miliknya. Tolong sisakan sedikit waktu padatmu untuknya, dia akan sangat menghargai itu.

            Tolong, tolong memaklumi dirinya apabila dia sedang sibuk dengan ‘dunianya.’ Tolong mengerti bahwa futsal adalah salah satu rutinitas mingguannya. Tolong mengerti bahwa dia sangat menyukai beberapa anime. Tolong mengerti bahwa dia adalah salah satu penggemar band Muse. Tolong mengerti bahwa terkadang ia bisa menghabiskan malamnya dengan bermain playstation. Tolong mengerti ketika dia lebih memilih temannya dan me-nomor-dua-kan kamu. Kamu harus mengerti betapa sayangnya Dia terhadap teman-temannya. Tolong diingat : Solidaritas adalah satu hal terpenting di dalam hidupnya.

            Dia adalah pencinta cokelat putih. Tolong, kamu harus memberi setidaknya satu bar cokelat putih kepadanya—karena aku belum pernah memberinya satu potongpun. Tolong maklumi apabila dia dapat menghabiskan delapan yogurt dalam satu hari (masihkah mungkin dia menghabiskan delapan yogurt dalam satu hari? Yogurt yang biasa dia habiskan berasal dari Koperasi Guru sekolahku)

            Tolong memakluminya ketika Dia berubah menjadi ‘Setan Merah’. Seketika menjadi serba merah disaat Manchester United sedang berlaga. Dia juga menyukai mainan rakitan. Aku harap kamu dapat mengerti dirinya luar-dalam.

            Tolong berikan dia segala perhatian yang kamu punya. Buatlah dia merasa bahwa dia adalah salah satu orang yang terpenting di dalam hidupmu. Tolong angkat teleponnya jika dia menelponmu. Katakan bahwa kamu akan merindukan suaranya setelah telepon dimatikan. Tolong buat dia bahagia sehingga dia menjadi orang yang pandai bersyukur. Satu hal yang pasti : Dia amat sayang terhadap keluarganya.

            Katakan bahwa dia sangat berharga di dalam hidupmu. Dia juga akan berpikiran seperti itu kepadamu nantinya. Beri dia sedikit waktu untuk menenangkan diri apabila kalian sedang berada di dalam masa yang sangat sulit. Tolong buat dia merasa bahwa kehilanganmu adalah hal yang terberat di dalam hidupnya. Tolong ubah pikiran negatifnya dengan segala hal positif dengan cara membahas setidaknya tentang hal-hal yang dia sukai. Tolong hargai setiap perkataannya, dia memang orang yang sedikit sensitif. Tolong jaga hatinya jangan sampai dia berprasangka buruk.

            Tolong bangunkan semangatnya yang dulu pernah padam. Kobarkan lagi sehingga dia merasa bahwa dia sedang berada di medan perang. Tolong perlakukan dia layaknya Raja yang tidak bermahkota, tentara tanpa lencana. Buat semangat hidupnya bangkit kembali, hilangkan segala rasa yang akan membuatnya seperti orang yang tidak mempunyai harapan. Tolong beritahu dia bahwa dia adalah Sang Pemenang. Tolong bantu dia sehingga dia dapat mewujudkan satu persatu cita-citanya. Toh itu dokter, pengacara, atau Tony Stark. Iya, lucu bukan? Dia sangat ingin menjadi Tony Stark. Tapi temanku ngotot bahwa dia tidak akan pernah menjadi Tony Stark, jadilah mereka berdua saling beradu argumen tentang siapa yang lebih pantas menjadi Tony Stark. Lucu, bukan?

            Tolong. Pastikan kamu selalu ada ketika dia sedang berada di titik jenuh kehidupan. Pastikan bahwa kamu adalah alasan senyuman termanisnya di balik peliknya masalah yang sedang dia hadapi. Jadilah alasan mengapa air mata bahagianya terjatuh karena dia merasa bahwa kamu adalah orang yang selalu ada untuknya. Tolong, jangan sampai ada satupun masalah yang dapat mengganggu hidupnya dan jikapun itu terjadi tolong jadikanlah dirimu satu-satunya orang yang dapat membantunya, yang dapat membantunya dalam mencari jalan keluar.

            Tolong, pastikan dirimu berada di sampingnya apapun masalahnya, kapanpun waktunya, dimanapun tempatnya, bagaimanapun kejadiannya. Jadikan dia merasa bahwa hidupnya benar-benar lengkap ketika dia sedang bersama dirimu.

            Tolong berikan dia sapaan pagi hari dan malam hari. Jangan pernah absen, mungkin itu adalah salah satu hal dia sukai. Katakan bahwa kamu benar-benar menyayanginya dan pastikan kamu mengatakan itu setiap hari. Pastikan semua hal yang keluar dari kedua bibirmu itu akan membuat dia merasa hebat. Pastikan kamu adalah pendengar setianya.

            Tolong genggam tangannya. Erat. Layaknya kamu tidak menginginkan dia pergi dari hidupmu. Dia menyukainya. Selipkan jemarimu ke dalam jemarinya dan kemudian kamu akan merasakan hal terhangat yang pernah kamu rasakan. Dan bahunya adalah tempat ternyaman yang pernah ada untuk menenangkan diri.

            Pastikan kamu melakukan hal yang pernah aku lakukan kepadanya—dan hal yang spesial yang belum pernah aku lakukan sebelumnya, dia pasti akan menyukai itu. Berjanjilah kamu akan membuatnya bahagia. Karena hanya dengan melihatnya bahagia, aku akan benar-benar merasa bahagia.




Cirebon, 17 Maret 2013




Have a long last relationship, both of you!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar