Jumat, 25 April 2014

DETROIT On Vacation

Wohooooo kelas 11 mana suaranyaaaaaaaaaaaaaah?

Nice. Pasti rame dah.

Kata kakak kelas saya, nikmatilah masa kelas 11 kalian. Berfoya-foyalah. Ngga apa-apa. Keburu kelas 12 ntar sibuk UN. Dan saya percaya dengan omongan kakak kelas saya itu, iyalah, buktinya doi sekarang jadi anak ITB.

Untuk itu saya mulai foya-foya semenjak kelas 11.

Ngga sepenuhnya foya-foya juga sih. Belajar kalau lagi seneng pelajarannya. Matematika, contohnya.

Dan ya... pas kemarin kelas 12 sibuk Try Out dan UN, kami (baca : kelas 11 (Anak XI IPA 3 (Baca : DETROIT (Distric Metro of Science Three))) berfoya-foya!!! Heal yeah! \m/

Iya, sekarang saya ada di IPA 3. Jarang saya ceritain ya? Iyalah. Awalnya saya pikir kelas IPA 3 ngga akan bisa kompak kayak gini, ternyata bisa banget. Asalkan ada pencetusnya.

KENAPA RASA NYAMAN DATENGNYA PAS AKHIR SEMESTER? KENAPAAAAA ;A;

Awalnya saya sama Komala bener-bener ga peduli sama kelas ini. Komala masih ngarep sama KERAPU-nya dan saya masih ngarep sama FAMOUS dan ngarep doi juga. Tapi setelah didekati dengan perlahan-lahan, ternyata seru juga kok. Ngga sih. Maksudnya lumayan seru. Hehe, maap, ya, Crew.

Nah, pas kemarin libur yang seharsnya hampir seminggu. Iya, hampir. Ngga seminggu juga, soalnya ada harpitnas dua hari. Jadi waktu libur kemarin DETROIT ngadain acara.

Awalnya cuman anak cowo doang yang punya acara. Iya, mereka mau futsal. Yang cewe juga pengen ikut-maksud 'ikut' di sini bukan mau ikut futsal, ya, tapi mau ikut olah raga. Dan Restupun mencetuskan bagaimana kalau kita badminton aja? Oke. Permintaan di-iya-kan.

Besoknya saya pamit sama mama mau badminton sama anak kelas di Apita. Mama bilang kelas saya kok ganjen banget, baru aja sehari liburan udah sok-sok-an main badminton, di Apita pula. Mama bilang mending saya di rumah aja soalnya cucian numpuk. Oh saya langsung saja menolak ajakan mama untuk mencuci baju bersama.

Orang Indonesia mana sih yang ngga ngaret, guysss? Sebagai warga Indonesia yang baik, saya membudayakan itu. Janjian jam 9, dateng jam setengah sepuluh lebih. Jadilah main badmintonnya cuman sebentar soalnya lapangan udah di-booking cuman sampe jam sepuluh.

Tapi seru kok walaupun badmintonnya cuman sebentar hehe



Selasa, 15 April 2014

Lagu Galau yang Bener-Bener Sadis [Part : 1]

Hai! Gue bakal ngasih tau lo semua lagu-lagu yang bener-bener bisa bikin lo galau kemudian lo menggelinjang. Ya, gue emang tukang galau. Punya skill galau. Selalu dengerin lagu-lagu galau yang ujung-ujungnya bakal bikin gue diem, kemudian tiba-tiba gue nangis. Alay bingitsss.

Selain galau, lagu-lagu berikut juga easy-listening. So, enjoy!

Cekidot!!!

1. Lost - Katy Perry

Lagu ini menceritakan seorang perempuan yang benar-benar lagi tersesat, dia ngga punya apa-apa. Dia tau jalan pulang, tapi tetep aja tersesat. Kayaknya lagu ini nyeritain masa lalu Katy yang dulu pengen hidup bebas dan kemudian dia pergi ke kota besar. Emang hidup ngga akan mudah kalau lo melaluinya sendirian. Waktu Katy pindah, dia ngga punya apa-apa. Dia bener-bener ngerasa tersesat di sebuah kota besar yang kejam.
"Have you ever been so lost?
Known the way but still so lost
Another night waiting for someone to take me hom
Have you ever been so lost?"


2. Wish You Were Here - Avril Lavigne


Bener-bener lagi butuh seseorang, tapi orang tersebut ternyata udah pergi. Rasanya pengen ngulang masa-masa yang dulu dihabiskan sama seseorang tersebut. Mungkin inilah arti lagu Wish You Were Here. Berharap dia ada di sini, bermain dengan waktu, dan...... terlalu galau untuk dilanjutkan


"All those crazy things we did
Didn't think about it, just went with it
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here
Damn! Damn! Damn! 
What I'd do to have you here, here, here
Damn! Damn! Damn! 
What I'd do to have you near, near, near"

Jumat, 11 April 2014

Hebatnya Para Stalker

Bentaran... Iya, mau ngebahasa para stalker. Maaf maaf aja ye kalau ada yang tersinggung hehe.

Entah perasaan gue aja atau emang kenyataannya, gue ngerasa akhir-akhir ini gue seneng banget nge-stalk orang. 'Stalk' di sini ngga termasuk ke dalam stalk yang sampe ngebuntutin orang kemana dia pergi ya. Stalk-nya gue ya.... itu... hanya lewat media sosial aja.

Gue seneng ngestalk! Walaupun awalnya bikin atit ati tapi ujung-ujungnya puas hehe.

Gue lagi seneng ngestalk toh itu temen gue, temennya temen gue, pacarnya temen gue, pacarnya adiknya temen gue, gebetan temen gue, semuanya deh. Masalahnya : Sekali aja lo nge-stalk orang, lo bakal keterusan dan faktanya emang gitu.

Gini deh. Misal ya, lo ngestalk temen lo, kemudian tiba-tiba ada tweet yang menarik perhatian lo dan kemudian lo kepo sama isi tweet tadi, lo jadi penasaran setengah mati. Sungguh mati aku jadi penasaraaaan~~~

Oke, serius. Nah setelah muncul rasa penasaran, lo bakal nyari sumber-sumber yang berhubungan dengan tweet tadi. Otomatis lo bakal ngestalk orang lain dan orang lain lagi dan orang yang lainnya lagi.

Gue benci ngakuin ini tapi, emang bener : Ngestalk itu seru.

Dibilang stalker handal juga nggak. Pencapaian gue selama ini ngestalk adalah gue bisa tau segala informasi tentang doi-nya doi. Hehehe.

Selasa, 08 April 2014

Kisah yang Terlupa [Bagian : 6]

          Kamu ingat disaat kamu bercerita tentang kedepresianmu? Disaat kamu membenci proses akan sebuah hasil. Disaat kamu menginginkan sesuatu dan melupakan proses. Tapi.. bagaimana bisa?

          “Ingat, Tuhan saja menciptakan manusia butuh proses, masa’ kita sebagai hambanya tidak ingin berproses? Itu namanya menentang Tuhan. Ingin menandingi Tuhan. Dan kita tidak akan bisa menandingi Tuhan.” Aku merasa sedikit menggurui.

            Kamu sadar. Aku tersenyum lega. Katakan semua yang ada di pikiranmu, Ken. Jika itu adalah hal yang menyenangkan, ceritakanlah. Aku akan menjadi pendengar setiamu. Dan jika itu adalah hal yang mengganggu hidupmu, ceritakanlah. Kita akan mencari jalan keluarnya. Bersama. Ingat, aku menyayangimu bukan ‘karena’ melainkan ‘walaupun’.

            Nadia  : Malam itu. Kamu menceritakan segalanya.
            Ken     : Itulah yang aku rasakan dulu.
            Nadia  : Be ‘Us’ against the world?
            Ken     : Be ‘Us’ against the world.      
                                 
            Masa sulit pertama kita. Februari. Malam itu, seperti biasa, aku dan kamu berkomunikasi melalui telepon genggam dan tiba-tiba saja kamu mengirimkan suatu pesan yang benar-benar membuat air mataku terjatuh sampai-sampai membanjiri hampir setengah bagian kasur.

Sabtu, 05 April 2014

Kisah yang Terlupa [Bagian : 5]

14 Januari 2013

Seperti biasa, aku terseok-seok berjalan ke kamar mandi dan menggigil karena dinginnya air yang aku pakai untuk mandi. Udara sangat dingin walaupun sepertinya matahari sedang hangat-hangatnya. Tempat tinggalku memang aneh.

            Upacara Senin. Sebuah rutinitas—rutinitaskah?—sekolahku. Semua murid wajib mengikutinya, termasuk aku—anggota PMR yang nantinya berjaga di belakang barisan peserta upacara. Sial, aku dapat barisan di belakang kelas X, barisan tepat dimana matahari benar-benar terasa terik. Kutundukkan kepalaku yang memerah ini karena terbakar matahari pada saat JUMBARA kemarin.

            Upacara berjalan sekita tiga puluh menit. Sebelum upacara dibubarkan, aku dan teman-teman PMR-ku diberi kesempatan untuk maju ke atas mimbar untuk menyerahkan piala yang kami dapat kemarin untuk sekolah.

            Pernahkah aku se-bahagia ini? Tidak.

            Evaluasi pagi rasanya tidak ada apa-apanya bagiku, tidak seperti biasanya dimana aku sangat malas untuk dievaluasi pagi, kali ini aku sangat bersemangat menjalani hari.

            Aku gendong tasku dan bergegas menuju ruang kelas. Ternyata aku dapat tempat duduk di bagian belakang. Lebih tepatnya sangat-sangat di belakang. Barisan terakhir. Aku taruh tasku dan duduk di kursinya.

            Sekonyong-konyong aku terbelalak, ternyata benar. Teman satu bangkuku adalah Ken. Matilah aku. Plis jangan awkward, dong.

            Memaksakan diri agar dapat mencairkan suasana berujung pada kelucuan tingkah kita berdua yang kaku.

            Nadia  : Apakah saat itu kamu dapat merasakannya?
            Ken     : Merasakan apa?
            Nadia  : Jantungku. Berdetak makin kencang di setiap detiknya.
            Ken     : Memang seharusnya begitu, bukan?
            Nadia  : Jangan bodoh. Itu semua karena ulahmu.
            Ken     : Dan untuk kejadian selanjutnya?
            Nadia  : Sssttt… Spoiler!

            Atmosfer kelas benar-benar berbeda. Perasaanku saja atau memang benar begitu keadaannya ya? Ah, mungkin perasaanku saja.

Kisah yang Terlupa [Bagian : 4]

Semua orang punya cita-cita. Begitupun kamu, yang sangat ingin menjadi dokter bedah dan dijuluki ‘Dokter Tangan Tuhan’ ataupun ingin menjadi pengacara seperti Hotman Paris yang begitu kayanya sehingga dapat membeli banyak mobil sport. Aku hanya tertawa dan terheran-heran jika mendengar semua cita-citamu. Ken Foundation juga. Kamu akan membuat Ken Foundation yang bertujuan untuk membantu daerah-daerah yang sedang kesusahan. Kemudian cerita itu berganti dengan cerita tentang cita-citaku yang ingin sekali menulis sebuah novel best-seller yang nantinya orang banyak akan setidaknya menyempatkan diri untuk membaca sinopsisnya. Novel itu akan sangat menginspirasi orang banyak karena novel yang aku buat kisahnya akan berasal dari cerita perjalanan hidupku yang aku modifikasi dan orang-orang akan menyempatkan waktunya dan berkunjung kepadaku dan menceritakan masalahnya, karena aku akan menjadi psikolog di kemudian hari.

Ada satu cita-citaku yang sempat kamu remehkan. Iya, aku dan cita-cita animatorku. Entah dulu aku yang gila atau apa. Beraninya aku menaruh animator di daftar cita-citaku.

Yang pasti kita berdua mempunyai mimpi. Otomatis hidup kita juga mempunyai harapan. Aku dan Ken senang sekali apabila kita berbicara tentang masa depan kita masing-masing. Merancang masa depan, seolah-olah kita dapat meramal apa yang akan terjadi di hari setelah hari ini, besok, ataupun beberapa tahun ke depan

          Nadia  : Baiklah ‘Dokter-Tangan-Tuhan’, apakah engkau dapat menyembuhkanku?
          Ken     : Menyembuhkanmu dari apa? Penyakit vertigomu?
          Nadia  : Bukan, tapi menyembuhkan hatiku yang sudah terlajur remuk berkeping-keping karena kamu                        harus pergi dan aku menantangmu untuk menyembuhkanku kembali.
           Ken   : Maaf, sepertinya anda harus ke dokter sebelah.

***
            Semester baru. Bulan baru, begitupun tahun. Apakah tahun ini akan ada sesuatu yang baru juga? Siapa tahu?

Kisah yang Terlupa [Bagian : 3]

            Desember! Apakah kamu masih mengingat Desember kita, Ken? Iya, walaupun kamu lebih dulu pergi ke kota asalmu, tapi komunikasi antara kita berdua tidak pernah terputus. Sumetra dan Jawa. Yang berbeda provinsi dan tentu berbeda pulau juga.

            Kamu di sana asyik merayakan hari yang penuh keberkatan dan kedamaian bersama dengan keluargamu, sedangkan aku berada di rumah dan sendirian karena keluargaku harus pergi menjenguk nenekku dan aku akan mengikuti pelantikan eksktrakulikuler. Rasanya aku suntuk berdiam diri di rumah, tapi setidaknya ada kamu, Ken, yang selalu menemaniku di setiap malam.  Walupun hanya sebatas kata-kata yang kamu kirim, aku bahagia.

            Sampailah aku di hari pelantikan. Rasanya…. Deg-deg-an! Semua atribut aku persiapkan sendiri. Lelah memang, tapi setidaknya ada kamu yang menyemangatiku pada pagi harinya.

            Apakah kamu tahu apa yang hendak aku katakan pada pagi itu?

            “Terima kasih, Tuhan, banyak terima kasih karena Engkau telah memberiku teman seperti Ken,”

            Maksudku, siapa yang tidak senang apabila diberi teman yang cocok oleh Tuhan? Maka dari itu aku sangat mensyukurinya.

            Tidak mudah bagiku dan teman-teman angkatanku untuk mendapatkan syal kuning ini. Kami harus berjuang mati-matian. Hujan dan terik matahari—saat itu cuaca tidak dapat diprediksi—tidak kami hiraukan. Tujuan kami satu, mendapat ridho dari Tuhan melalui syal kuning ini.

Jumat, 04 April 2014

Welcome Back, Pin!

Mulai ceritanya dari mana ya.... em... bingung saya. Masalahnya banyak banget cerita yang bakal saya ceritain. Oke, mulai dari sini aja.

Pada suatu hari di akhir Bulan Maret, saya mendapatkan sebuah kabar, iya kabar. Kabar yang menyatakan bahwa temen lama saya, Kevin, Si Maskot BS-nya X9 bakal main ke Cirebon. Saya senang bukan main dan saya jingkrak-jingkrak di kamar (kalimat terakhir hanya kiasan belaka ya, saudara-saudara)

Bentaran, kenapa bahasanya terkesan kaku sekali yah.....

Iya, kalau ngga salah doi dateng waktu hari sabtu. Wah, FAMOUS (baca : Family of Sepuluh Sembilan (X9))  harus cepet-cepet bikin acara nih. Mumpung ada Si Epin. Iya, doi dulu sekolah di smanda tapi doi harus pindah. Sedih ya? Ngga ah biasa aja.

Koar-koar di grup line. FAMOUS ngga sabar nih buat hangout bareng. Masalahnya X9 itu kelas yang paling sepik se-jagat raya. Iya, waktu masih di X9, setiap mau bikin acara pasti ujung-ujungnya omong doang.

Mana? Katanya mau foto-foto, temanya kalau ngga black and white, ya, jogging. TAPI MANA? SEPIK DOANG.

Hih, sepik mele, ngga aus?

POKOKNYA FIX X9 HARUS BIKIN ACARA. FIX! GAMAU TAU.

Iya, harus, soalnya saya ngga sabar mau ketemu Kepin. Kangen hehehehe.


Hari minggunya saya memutuskan buat pergi ke McD. Sendirian. Iya, sendirian. Bukan, bukan karena saya jomblo jadi saya ke McD sendirian. Saya pergi seorang diri gara-gara saya mau ngelarin PR Nihon-go yang bejibun dan pengen nulis. Kalau dikerjain di rumah pasti ngga akan kelar gara-gara adik saya pasti ngeganggu terus. Jadilah saya pergi ke Mcd sendirian. Dipertegas, Sendirian.

Pergi sendirian menurut saya bukanlah salah satu hal yang buruk. Saya saranin ke kalian buat hangout sendirian, ngga ngajak temen-temen. Lumayan serulah. Makan sendiri, mesen makanan sendiri, compong juga sendiri dan ujung-ujungnya kalian bakal mikir kalau kalian itu mandiri abis. Kalian juga bakal berpikir bahwa kalian itu An Independent Person. Nice. Dengan jalan-jalan sendirian kalian juga bakal makin sayang sama diri sendiri.

Ngga deng boong, saya keluar sendirian gara-gara temen-temen saya lagi pada di Majalengka soalnya lagi ada acara PASKIB.

Sedih ngga sih? Ngga ah, biasa aja.

Setelah ngelarin PR B. Jepang, saya lanjut nulis ditemenin sama laptop dan satu porsi McFlurry. Surga dunia lah. Inspirasi saya mengalir begitu saja ketika saya makan makanan yang manis-manis. Tapi, cokelat emang yang paling nomor satu sih. Selain makanan yang manis, inspirasi juga dapat muncul ketika saya lagi..... ya... membuang sisa zat makanan (baca : defikasi) atau bahasa kasarnya b*ker. Tapi emang bener sih, coba deh kalian pergi ke kamar mandi, terus nongkrong beberapa menit disitu. Lumayan loh, kalian dapet double-double manfaatnya. Selain mengeluarkan sisa makanan, kalian juga dapat mengeluarkan banyak inspirasi ketika kalian sedang mengeluarkannya.

Paragraf yang tadi sangat tidak penting yah.

Oke, lanjut.

Setelah kurang lebih satu setengah jam saya memutuskan untuk pulang. Nah, ngga lama kemudian, Oboy nelpon saya...

Oboy :"Heh dimana?"
Nida  : "Di jalan. Kenapa?"
Oboy :"Balik lagi ke McD. Buru."

Dan.... saya pun akhirnya nurut buat balik lagi ke Mcd. Mumpung belum terlalu jauh dan saya terlalu bete untuk menghabiskan hari minggu di rumah.

Sesampainya di Mcd, ada seseorang yang teriak-teriak dari atas.....

"Woy, kampung!!!"

Iya, bener. Siapa lagi kalau bukan Kevin. 

Udah 8 bulan pindah dan doi masih manggil saya 'Kampung'. Ngga ngerti deh beneran.

Saya samperin mereka bertiga (Oboy, Rahmat, Kevin) terus duduk. Sesaat kemudian gue diomong...

"Ngapain lu ke sini? Pulang aja."

Rasanya saya mau nimpuk kepalanya Kevin. 

Gue perhatiin Kevin. Dari atas sampe bawah. Rambutnya. Rambutnya beda. Wakakakakak. Gayanya sekarang bener-bener kayak anak gaul abis. Pokoknya lebih bersih ketimbang waktu dulu pas doi masih sekolah di smanda. Nice.

Kamis, 03 April 2014

Does she watch your favorite movies?
Does she hold you when you cry?
Does she let you tell her all your favorite parts when you've seen it a million times?
Does she sing to all your music while you dance to "Purple Rain? "
Does she do all these things, like I used to?


Will she love you like I loved you?
Will she tell you everyday?
Will she make you feel like you're invincible with every word she'll say?

Can you promise me if this was right:
Don't throw it all away?
Can you do all these things?
Will you do all these things?
Like we used to.



And I bet.... She does.

Selasa, 01 April 2014

VITAMIN C - Graduation (Friends Forever)


Baaaah lagu ini buat temen-temen saya yang bisa dibilang sekarang udah jauh, toh itu jarak, atau jauh gara-gara keadaan (baca : sibuk sendiri-sendiri) 
Buat Majay, Limbad, Lia, Oka, Gine, Ajeng, Opal, Wanu, semuanya. Dan khususnya buat Si Batur Sampah kesayangan, Kevin. Buat semua-muanya pokoknya.


And so we talked all night about the rest of our lives
Where we're gonna be when we turn 25
I keep thinking times will never change
Keep on thinking things will always be the same
But when we leave this year we won't be coming back

No more hanging out cause we're on a different track
And if you got something that you need to say
You better say it right now cause you don't have another day
Cause we're moving on and we can't slow down

These memories are playing like a film without sound
And I keep thinking of that night in June
I didn't know much of love
But it came too soon
And there was me and you
And then we got real blue
Stay at home talking on the telephone
And we would get so excited and we'd get so scared
Laughing at ourselves thinking life's not fair
And this is how it feels


As we go on, We remember
All the times we had together
And as our lives change come whatever
We will still be Friends Forever

So if we get the big jobs
And we make the big money
When we look back now
Will our jokes still be funny?
Will we still remember everything we learned in school?
Still be trying to break every single rule
Will little brainy Bobby be the stockbroker man?
Can Heather find a job that won't interfere with her tan?
I keep, keep thinking that it's not goodbye
Keep on thinking it's a time to fly
And this is how it feels



La, la, la, la:
Yeah, yeah, yeah
La, la, la, la:
We will still be friends forever

Will we think about tomorrow like we think about now?
Can we survive it out there?
Can we make it somehow?
I guess I thought that this would never end
And suddenly it's like we're women and men
Will the past be a shadow that will follow us around?
Will these memories fade when I leave this town
I keep, keep thinking that it's not goodbye
Keep on thinking it's a time to fly