Selasa, 28 Oktober 2014

Sebuah Akhir

Selamat malam, Kamu.

Ya, masih untukmu,

Masih ingat ketika aku mengatakan bahwa menggantikanmu adalah hal terberat dalam hidupku?
Ketika kau menyarankanku untuk mencari "rumah" baru untuk disinggahi.
Ya, awalnya sangatlah sulit. Apalagi saat itu duniaku masih berkutat dengan Kamu.
Bagaimana bisa?

"Cari yang baru", katamu.
Hampir satu tahun aku mencoba memahami apa yang kamu katakan itu.
Sulit. Sangat sulit.
Berat. Begitu berat.

Sebuah cerita pasti mempunyai akhir, iya kan?
Sepertinya aku hampir selesai membaca buku ini.
Hampir aku membuka halaman terakhir--walaupun terkadang aku masih membuka halaman-halaman sebelumnya untuk memastikan bahwa aku mengerti kata demi kata, kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf yang ada di dalam buku ini.
Tunggu sebentar lagi.
Aku akan mengakhiri buku ini.

Tidak mengakhiri semuanya.
Tidak begitu saja aku tutup buku ini.
Tetap kusimpan di dalam rak.
Tak akan aku biarkan hilang.

Tidak akan aku biarkan semua tentang kamu hilang begitu saja.
Aku masih menyimpan draft lama darimu.
Hampir semuanya.

Aku biarkan cerita lama bermain di dalam pikiranku.
Begitupun kamu yang dulu pernah mengisi mimpi burukku.

Seperti apa katamu, hanya saja hampir,
Hampir aku mempunyai sesuatu yang baru.
Terima kasih atas saranmu.
Maaf jika aku terlalu menjengkelkan.




Cirebon, 28 Oktober 2014





Dari aku, untuk kamu.
Semoga kamu bahagia selalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar