Sabtu, 25 Juli 2015

A Creep and Her Insecurities

Kamu terlalu sempurna untuk Si Pungguk ini. Dan Si Pungguk ini berharap semoga Ia bisa menjadi sesempurna kamu.

Aku tidak peduli jika ini menyakitkan.
Aku tidak peduli, aku tetap menginginkan kamu.
Aku mau menerima ketidaksempurnaanmu walaupun aku bilang bahwa kamu itu sempurna.

Tolong ingat ini; aku akan selalu berusaha untuk selalu ada di sekitarmu apapun keadaanya.
Aku tidak peduli entah itu senang.
Aku tidak peduli entah itu sedih.
Intinya aku akan terus berusaha untuk selalu ada di sampingmu.
Karena kamu adalah prioritasku.

Aku akan berusaha untuk memenuhi segala yang akan membuatmu tersenyum, segala yang kamu inginkan.

Karena kamu adalah Si Nomor Satu bagi Si Pungguk ini, dan Si Pungguk berharap semoga Ia dapat sesempurna kamu.

Si Pungguk ini--Aku-- yang tidak akan pernah bisa sempurna.
Si Pungguk ini yang tidak suka bila dibandingkan dengan orang lain.

Namun faktanya hidup itu ternyata tentang membandingkan.
Membandingkan mana yang baik dan buruk.
Membandingkan mana yang bersih dan kumuh.
Membandingkan mana yang rupawan dan buruk rupa.

Si Pungguk ini yang membenci perbandingan.
Si Pungguk ini yang selalu kalah jika dibandingkan.
Itulah sebabnya mengapa Ia benci perbandingan.

Apalah aku jika dibandingkan dengan orang-orang yang ada di sekitarmu?
Apalah aku jika dibandingkan dengan kamu?

Aku tahu pasti di sana akan banyak orang yang lebih dari aku. Dan tak kan ada habisnya. Pati akan ada lagi dan lagi. Kemudian lama kelamaan aku akan tenggelam dan tak terlihat.

Aku takut. Aku takut kamu menemukan orang yang lebih baik dari aku.

Tapi itu bukanlah yang tidak mungkin.

Pasti akan ada seseorang yang bisa lebih dari aku. Entah itu fisik ataupun sifatnya.
Pasti akan ada seseorang yang lebih bisa memahamimu.
Pasti akan ada seseorang yang lebih bisa membuatmu nyaman.
Pasti akan ada seseorang yang lebih bisa membuatmu tersenyum.
Pasti akan ada seseorang yang lebih bisa kamu banggakan.
Pasti akan ada seseorang yang lebih bisa membuatmu akan melakukan apa saja untuknya.

Dan pasti akan ada waktunya kamu akan muak terhadapku.
Pasti akan ada waktunya kamu lebih memilih orang lain dibanding aku.

Aku takut kamu sibuk mencari tangan lain untuk kau raih walaupun sudah sejak lama kuulurkan tanganku.
Aku takut kamu menemukan bahu lain untuk kau sandarkan.
Aku takut kamu akan menemukan pendengar baru yang lebih setia mendengar ceritamu.
Aku takut jika suatu hari nanti aku harus merelakanmu pergi. Karena ketakutan terbesarku adalah kehilanganmu.

Maaf aku terlalu egois untuk ini.

Entah apa yang sedang ada di pikiranku saat ini. Sedikit kacau rupanya.

Sampai saat ini Si Pungguk masih bertanya,
"Apakah aku pantas untuk manusia sesempurna kamu?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar